Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si menghadiri dan memberikan sambutan pada Wisuda 422 Sarjana dari beberapa Fakultas di Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Jumat, (19/11/21).

Kehadiran Bupati Mesak disambut meriah oleh civitas akademika USWIM Nabire, selain karena ia adalah Bupati alumnus USWIM tetapi juga karena ini adalah sambutan resmi pertama setelah dirinya dilantik sebagai Bupati Nabire oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe atas nama Menteri Dalam Nabire di Gedung Negara Jayapura pada Senin, 9 November 2021 lalu.

Ikut Berbahagia dan Bersyukur

Mengawali sambutannya, Bupati Mesak mengatakan, ia ikut berbahagia dan bersyukur bersama para wisudawan/wisudawati. “Saya ikut merasa bersyukur, berbahagia dan bangga berada di sini untuk memberikan sambutan pada momentum wisuda sarjana ini, dalam kapasitas saya sebagai alumni dan sekaligus sebagai Bupati Nabire.”

”Saya berdiri di sini, tentunya karena pada masa lalu, secara akademik, saya telah mendapatkan kesempatan belajar dan dididik di kampus ini dan pada masa ini, saya telah didukung penuh oleh seluruh civitas akademika maupun oleh seluruh alumni dan mahasiswa serta seluruh masyarakat Kabupaten Nabire dari berbagai kerukunan suku, agama dan ras. Oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas semua dukungan yang telah kami peroleh dari anda sekalian,” kata Bupati Mesak dalam sambutannya disambut tepuk tangan meriah.

Wisuda: Mengawali Hidup yang Nyata dan Kompleks

Dalam sambutannya, Bupati Mesak mengatakan wisuda adalah acara seremonil, puncak atau akhir setelah melalui sebuah proses studi bagi mahasiswa dan sebuah momentum membahagiakan. Tetapi, pada saat yang sama juga, sesungguhnya, para mahasiswa sedang mengawali sebuah proses hidup yang nyata, kompleks dan mandiri di tengah-tengah masyarakat.

“Proses yang nyata, kompleks dan mandiri ini lebih berat daripada proses kuliah yang tentunya ditopang oleh berbagai pihat, baik secara akademik dan finansial. Oleh karena itu, saya perlu sampaikan kepada ade – ade sekalian agar menjadikan momentum wisuda ini sebagai kesempatan untuk refleksi menghadapi situasi yang semakin kompleks dalam masyarakat yang terbuka dengan informasi dan komunikasi yang berkembang sangat cepat dengan tingkat kompetisi yang nyata dan luar biasa di masa depan,” kata Bupati Mesak.

Jangan Berhenti Belajar
“Hari ini, secara moral dan secara akademik ade-ade telah siap menyandang gelar sarjana dengan berbagai konsekuensi dan tuntutan lingkungan dalam zaman serba digital ini. Oleh karena itu, sekali lagi, jangan puas diri dengan gelar sarjana yang anda peroleh di hari ini, tetapi teruslah belajar. Jangan berhenti belajar. Karena, zaman ini, berbagai informasi, ilmu pengetahuan dan keterampilan sangat mudah kita dapatkan secara digital melalui handphone android yang telah terhubung dengan internet. Memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi digital untuk mengembangkan diri, membangun usaha dan hal-hal positif lainnya. gunakan media sosial, facebook, instagram dan lainnya untuk hal-hal positif karena ade-ade semua ini berasal dari sejumlah kabupaten di wilayah meepago dan akan menjadi pemimpin di masa depan,” harap Bupati Mesak.

Perbedaan Itu Kekuatan

Bupati Mesak mengatakan, Nabire adalah kabupaten yang dihuni oleh berbagai kerukunan suku, agama dan ras atau Indonesia kecil. ”Di tengah-tengah keragaman inilah, kami, saya dengan pak Ismail Djamaluddin dipilih untuk memimpin Nabupaten Nabire beberapa tahun ke depan dengan visi kami, ”Nabire Aman, Sejahtera dan Mandiri’.”

”Untuk mencapai visi ini ada enam visi utama, yaitu: jaminan stabilitas keamanan dan kenyamanan daerah, pembinaan keagamaan (iman dan taqwa), peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan pelayanan kesehatan, peningkatan ekonomi rakyat, dan peningkatan infrastruktur daerah dan reformasi birokrasi pemerintahan daerah. “

Berkenaan dengan ini, kata Bupati Mesak, ”Saya minta dukungan dari civitas akademika USWIM dan dari semua pihak secara moril, doa dan dengan menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif agar kami mampu melayani berbagai suku, agama, ras tanpa membeda-bedakan, dalam waktu yang cukup singkat sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.”

”Saya yakin bahwa Kabupaten Nabire akan berkembangkan maju di masa depan dalam keragaman. Perbedaan adalah anugerah Tuhan, bukan untuk beda-bedakan. Mari, kita selalu merawat keragaman yang ada agar semua orang berkembang dan bertumbuh menjadi lebih baik. Itulah harapan kita bersama,” kata Mesak.

Sarjana Menjadi Penggerak Kampung

Kepada para alumni USWIM, para wisudawan, dan kepada seluruh sarjana dari alumni kampus apa dan dari mana pun yang belum bekerja, Mesak meminta agar mengambil bagian dalam pembangunan ini dengan kembali ke kampung dan menjadi penggerak utama pembangunan kampung.

”Saya meminta agar mengambil bagian dalam pembangunan kabupaten Nabire dengan kembali ke kampung menjadi penggerak pembangunan kampung dari segala aspek sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada di kampung masing-masing. Yang dalam kota harus berani memulai sesuatu yang baru sesuai dengan latar belakang ilmu masing-masing. Kami ingin melihat semua orang, terutama para sarjana yang belum bekerja, harus berusaha ciptakan kesibukan yang positif,” harap Bupati Mesak.

Karena, kata Mesak, saat ini kita berada pada era kompetisi, apalagi saat ini kita telah masuk pada era digital dan bagi mereka yang pemalas dan tinggal-tinggal saja di rumah dan menunggu saja segala sesuatu datang pasti akan tertinggal. ”Kita belum tahu apakah akan ada tes CPNS dalam waktu beberapa tahun ke depan atau tidak dan jika pun ada pasti terbatas dan pasti kompetisi karena tes online.”

Tiga Zona Pembangunan Ekonomi

Bupati Mesak menjelaskan, ”Dari aspek pengembangan ekonomi, saya ingin menjelaskan bahwa pola pembangunan bidang ekonomi kabupaten Nabire pada pemerintahan kami terbagi atas tiga zona pembangunan sesuai dengan potensi yang dimiliki kabupaten Nabire. Zona pesisir, kami ingin mengembangkan bidang pariwisata, perikanan dan kerajinan. Zona perkotaan, kami ingin mendorong pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan air tawar, industri kecil dan lainnya. Zona pegununungan kami ingin mendorong peternakan, pertambangan rakyat dan mengelola potensi kayu serta usaha lain yang cocok di pegunungan.”

Hal ini, kata Bupati Mesak, ”Kami akan dorong melalui badan usaha milik desa atau Bumdes di setiap kampung. Dalam pengelolaan kekayaan alam sesuai dengan potensi yang ada melalui Bumdes dibutuhkan sumber daya yang cukup. Dari aspek pendanaan, selain dana desa, pemerintah akan mengupayakan regulasi dan dana atau subsidi atau bantuan lain sesuai dengan kekuatan anggaran yang tersedia. Oleh karena itu, sekali lagi saya minta, kepada para sarjana untuk kembali ke kampung menjadi penggerak utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung.”

Ringankan Beban Studi 6 Suku Asli Nabire

Pada akhir sambutannya, Bupati Mesak mengatakan, pihaknya akan memberikan perhatian biaya studi kepada mahasiswa dari enam suku asli Kabupaten Nabire agar mereka mendapatkan kesempatan kuliah.

”Saya prihatin dengan mahasiswa dari enam suku asli Nabire. Selama ini, banyak yang tidak kuliah karena kekurangan biaya studi. Saya akan berusaha untuk ringankan beban studi mahasiswa dari enam suku asli Nabire setelah melakukan pendataan dan memastikan langsung ke kampung-kampung agar tepat sasaran,” kata Bupati Mesak disambut tepuk meriah. 

Categories: BERITA USWIM